12 Tips Cara Membiasakan Anak Konsumsi Makanan Sehat

-

Memastikan anak mengkonsumsi makanan sehat adalah prioritas dari orang tua, khususnya para ibu. Namun ternyata cukup banyak anak lebih menyukai makanan tidak sehat atau junk food dibandingkan makanan sehat.

Membiasakan anak mengkonsumsi makanan sehat seyogyanya dimulai sejak dini. Terutama mengingat pada rentang usia 2 hingga 5 tahun anak-anak umumnya akan mulai ‘picky’ dan memilah makanan tertentu.

Namun jika diamati, anak-anak di usia balita terbilang lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran dibandingkan anak yang lebih besar. Setelah berusia 7 tahun, biasanya anak akan mulai meninggalkan makanan sehat dan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang kurang sehat.

Pada fase tersebut, sangat penting untuk menanggapi perilaku memilah makanan dengan cara yang positif tanpa stres berlebihan. Jangan menyerah untuk membiasakan anak mengkonsumsi makanan sehat mengingat hal tersebut akan membentuk kebiasaan makan si kecil di sepanjang hidupnya.

12 Tips Cara Membiasakan Anak Konsumsi Makanan Sehat

Tips Cara Membiasakan Anak Konsumsi Makanan Sehat

Berikut 12 tips cara membiasakan anak agar mengkonsumsi makanan sehat, seperti dirangkum dari berbagai sumber:

Jadilah Panutan

Para ahli parenting setuju bahwa perilaku anak-anak lebih banyak terbentuk berdasarkan apa yang mereka amati, bukan berdasarkan perkataan perintah semata. Menurut sebuah penelitian, faktor yang terkait dengan orang tua menjadi satu-satunya yang akan menuntun seseorang untuk menjadi orang dewasa muda yang sehat.

Kebiasaan orang tua mengkonsumsi makanan sehat akan membuat anak-anak memilih makanan serupa. Sebaliknya, jika orang tua suka junk food, demikian pula anak-anaknya.

Sajikan Bertahap

Anak-anak tidak akan secara tiba-tiba meninggalkan makanan yang disukainya untuk mengkonsumsi makanan sehat. Mereka butuh beradaptasi secara bertahap dan belajar mencintai menu baru tersebut.

Tips Membiasakan Anak Makan Makanan Sehat

Oleh karenanya, mulailah menyajikan dalam porsi kecil di piring masing-masing anak. Bujuk anak Anda untuk mencicipi bersama dengan makanan yang disukainya.

Setelah memperkenalkan makanan sehat tersebut, perlahan-lahan tambahkan porsinya sehingga beberapa bulan ke depan anak-anak sudah terbiasa mengkonsumsi menu sehat tersebut.

Gunakan Metode Yang Tepat

Mana yang lebih efektif, membatasi jumlah kue yang boleh dimakan atau tidak membelinya sama sekali? Menurut penelitian, mengendalikan kebiasaan makan anak secara terselubung akan membuahkan hasil lebih baik dibandingkan mengendalikannya secara frontal.

Ketika orang tua memberitahukan anak-anak bahwa mereka hanya mendapat jatah satu potong kue, para ilmuwan mengkategorikannya sebagai kontrol terbuka atau frontal. Namun saat orangtua menghindari membawa anak-anaknya ke toko kue, para ilmuwan mengatakannya sebagai kontrol terselubung.

Dalam sebuah studi, para ilmuwan mengikuti kegiatan anak-anak selama tiga tahun. Ketika orang tua menggunakan metode terselubung untuk menjaga agar anak-anak tidak makan junk food, secara bertahap mereka akan mengurangi makan junk food. Namun saat orangtua menggunakan aturan membatasi asupan makanan tidak sehat, anak-anak malah lebih banyak mengkonsumsi junk food di luar rumah.

Dengan kata lain, anak-anak akan mengkonsumsi makanan sehat jika tidak menemukan makanan lain di sekitarnya. Menurut beberapa studi, menyimpan banyak sayur dan buah-buahan di rumah merupakan cara yang tepat agar anak-anak mengkonsumsi makanan sehat.

Jelaskan Secara Logis

Anak-anak adalah ciptaan Tuhan yang pintar dan mampu belajar secara cepat. Sebagian besar anak akan menerima penjelasan mengenai makanan sehat dengan sangat baik jika dijelaskan secara gamblang dan logis.

Sajikan menu makanan sehat yang ‘baru’ bagi anak Anda, lalu jelaskan mengenai makanan tersebut dan jawab semua pertanyaannya. Jangan hanya merayu, memerintah, atau memohon agar si kecil memakannya.

Jika mereka bertanya, jelaskan mengapa makanan tersebut dikategorikan sehat dan pentingnya memilih makanan sehat bagi tubuh mereka.

Seni Membujuk

Menurut penelitian, anak-anak yang dipaksa makan sayuran akan menyantapnya dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan anak yang dimotivasi atau didorong untuk memakannya. Lalu apa bedanya?

Dorongan atau memberi motivasi mengasumsikan bahwa si anak sebagai pengambil keputusan. Sebaliknya dengan paksaan atau perintah anak tidak diberi kesempatan untuk memilih, sehingga mereka akan melakukannya dengan tidak antusias.

Beri Dorongan Makan Makanan Sehat Tanpa Memaksa

Cara terbaik untuk memberikan dorongan adalah dengan memberi alasan yang tepat. Anak-anak akan lebih banyak makan sayur jika mendapat alasan mengapa mereka harus memakannya.

Seni memberi dorongan atau motivasi dapat diterapkan untuk anak-anak di berbagai usia, termasuk remaja. Namun lagi-lagi strategi ini akan lebih cepat sukses jika orang tua menjadi model untuk diikuti.

Dan jangan lupa untuk memberikan pujian ketika anak makan sayur dan makanan sehat lainnya. Menurut penelitian, pujian menentukan seberapa banyak makanan sehat dan makanan tidak sehat yang disantap seorang anak.

Prioritaskan Masakan Rumah

Mungkin ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi orang tua, khususnya ibu yang bekerja. Namun memasak untuk keluarga adalah salah satu cara untuk memastikan anak-anak menyantap makanan sehat.

Dengan memasak sendiri makanan untuk keluarga, Anda dapat memilih bahan-bahan alami yang digunakan. Tidak hanya mendapat makanan sehat, namun anak-anak juga mendapatkan waktu berkualitas ketika menyaksikan orang tuanya menyiapkan makanan untuk mereka.

Libatkan Anak Anda

Sebisa mungkin libatkan anak dalam proses menyiapkan makanan. Ajak mereka belanja, menyiapkan, dan memasak karena kebanyakan anak-anak lebih suka menyantap makanan yang mereka buat sendiri.

Menurut 15 studi kasus, anak-anak yang membantu menyiapkan makanan akan makan menu yang lebih sehat dan lebih banyak sayur dan buah. Bahkan si kecil akan terlihat lebih suka makan sayur dibandingkan anak-anak lainnya.

Masak Makanan Sehat Bersama Anak

Pada sebuah kesempatan para ilmuwan menghadirkan beberapa keluarga untuk masak. Beberapa masak bersama seluruh keluarga sementara beberapa lainnya hanya orang tua yang memasak. Hasilnya, dengan jenis makanan yang sama, anak-anak yang turut menyiapkan makanan menyantap salad 76% lebih banyak.

Berikan Pilihan

Menyesuaikan selera untuk dapat makan makanan sehat setiap hari tidaklah mudah. Oleh karenanya sebisa mungkin beri kesempatan agar anak dapat memilih jenis makanan sehat yang diinginkan.

Kebebasan memilih akan membuat anak merasa lebih nyaman saat menyantap makanan tersebut. Proses pembelajaran juga akan lebih menyenangkan jika anak-anak mengerti dan dapat memilih sendiri makanan sehat yang disukainya.

Jangan Kuatir Kelaparan

Anak-anak lahir dengan kemampuan luar biasa untuk mengetahui kapan merasa lapar dan kenyang. Jadi jangan memaksa, atau bahkan rela menyiapkan junk food, hanya agar anak mau makan karena Anda kuatir si kecil kelaparan.

Sadari juga bahwa anak tidak selalu merasa lapar di waktu makan. Sesekali melewatkan waktu makan tidak akan membahayakan mereka, terutama di saat-saat penyesuaian dengan menu makanan sehat.

Makan Bersama

Makan bersama seluruh anggota keluarga memegang peran penting dalam membiasakan anak makan makanan sehat. Menurut penelitian, makan bersama keluarga membantu anak-anak mengatur sendiri asupan makanannya dan meniru perilaku orang tua.

Makan Makanan Sehat Bersama Keluarga

Kebiasaan makan bersama keluarga memiliki dampak positif untuk jangka panjang. Bahkan makan bersama keluarga jauh lebih penting dibandingkan jumlah sayur dan buah yang Anda simpan di rumah.

Antara Kebiasaan Tidur Dan Makan

Menurut studi yang melibatkan lebih dari 5000 anak, kurang tidur memicu mereka untuk lebih banyak mengkonsumsi snack dan junk food. Anak-anak dengan waktu tidur yang kurang serta terbiasa tidur larut malam akan lebih memilih menyantap makanan yang tidak sehat.

Artinya, kebiasaan tidur yang buruk akan memicu kebiasaan makan yang buruk pula. Oleh karenanya, penting untuk membiasakan diri tidur tepat waktu dengan jumlah jam tidur yang cukup.

Jangan Menyerah

Jangan pernah berharap anak Anda akan langsung menyukai makanan sehat dalam sekejap. Menurut analisa dari 12 studi kasus, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang terus menerus disajikan makanan sehat akan membuat mereka lebih banyak memakannya.

Umumnya anak-anak butuh sekitar 5 hingga 6 kesempatan sebelum dapat menerima jenis makanan baru, bahkan ada yang butuh 8 hingga 12 kali. Akan lebih efektif jika menyajikan makanan sehat setiap hari atau seminggu sekali dibandingkan sebulan sekali.

Biasanya, menambahkan rasa dengan membubuhkan garam atau butter pada sayuran tidak akan membuat anak lebih menyukainya. Demikian pula memotong buah dengan beragam bentuk tidak cukup untuk menarik minat mereka.

Akan lebih berguna jika menyajikan lebih banyak ragam sayuran yang dapat dipilih. Serta jangan lupa selalu mendorong agar anak mau mencicipi makanan sehat, tanpa paksaan atau iming-iming.

Jadi, kunci untuk membuat anak-anak mau makan makanan sehat adalah pengulangan dan sikap positif.

Baru Update

Preview Nonton Drakor Men Are Men Episode 3: Antara Tujuan Do Gyeom Dan Ji Woo

Preview dan Sinopsis Nonton Drakor Men Are Men Episode 3 - Drama Korea Are Men alias To All The Guys Who Loved...

Resep Olahan Bandeng Pedas Saus Tomat Tanpa Duri Enak Dan Praktis

Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang sering diolah menjadi beragam makanan. Beberapa jenis hidangan yang terkenal dan banyak dijual diantaranya...

Link Streaming Manchester United vs Southampton

Manchester United akan menjamu Southampton di Old Trafford pada Selasa, 14 Juli 2020. Lanjutan pekan ke 35 Liga Inggris ini akan disiarkan...

Preview Nonton Drakor Its Okay to Not Be Okay Episode 8: Protes Sang-Tae

Preview dan Sinopsis Nonton Drakor It's Okay to Not Be Okay Episode 8 - Bagi yang sudah nonton It's Okay to Not...

Resep Pastel Tutup Panggang Sederhana Dalam Cup

Pastel tutup merupakan salah satu hidangan favorit yang terbuat dari olahan kentang dan daging. Bisa dimakan sendiri atau untuk dijual, setidaknya ada...

Resep Sup Makaroni Bakso Ayam Spesial Enak Dan Praktis

Sup makaroni merupakan salah satu pilihan hidangan berkuah yang disukai anak-anak pada umumnya. Ada beragam cara memasak sup makaroni sesuai bahan yang...

Sinopsis dan Review Nonton Drakor Hot Stove League, Drama Korea Kisah Tim Baseball Impian Tanpa Kenyataan

Ulasan Singkat Nonton Drama Korea Hot Stove League, Kisah Tim Baseball Impian Tanpa Kenyataan. Serial drama seputar olahraga baseball yang meraih rating...

Resep Makaroni Schotel Panggang Keju Spesial Dan Praktis

Macaroni schotel merupakan sajian kuliner asal negeri Belanda berupa olahan makaroni dengan telur, keju, serta bahan-bahan lainnya. Secara garis besar ada dua...

Kesan Awal Ketika Nonton Drakor It’s Okay To Not Be Okay: Jadi Berbeda Akibat Luka

Review Awal Nonton Drakor It's Okay To Not Be Okay: Jadi Berbeda Akibat Luka. Sebuah serial drama yang menyoroti akibat dari luka...

Preview Nonton Drakor Its Okay to Not Be Okay Episode 8: Protes Sang-Tae

Preview dan Sinopsis Nonton Drakor It's Okay to Not Be Okay Episode 8 - Bagi yang sudah nonton It's Okay to Not...

Latest Posts

Preview Nonton Drakor Men Are Men Episode 3: Antara Tujuan Do Gyeom Dan Ji Woo

Preview dan Sinopsis Nonton Drakor Men Are Men Episode 3 - Drama Korea Are Men alias To All The Guys Who Loved...

Resep Olahan Bandeng Pedas Saus Tomat Tanpa Duri Enak Dan Praktis

Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang sering diolah menjadi beragam makanan. Beberapa jenis hidangan yang terkenal dan banyak dijual diantaranya...

Link Streaming Manchester United vs Southampton

Manchester United akan menjamu Southampton di Old Trafford pada Selasa, 14 Juli 2020. Lanjutan pekan ke 35 Liga Inggris ini akan disiarkan...

Preview Nonton Drakor Its Okay to Not Be Okay Episode 8: Protes Sang-Tae

Preview dan Sinopsis Nonton Drakor It's Okay to Not Be Okay Episode 8 - Bagi yang sudah nonton It's Okay to Not...